Import Guide

Panduan Lengkap Import dari China untuk Pemula

5 Februari 2026 · Tim PT Galaxy Trans International · 5 menit baca

Panduan Lengkap Import dari China untuk Pemula

China masih menjadi salah satu negara asal barang impor paling populer bagi pelaku usaha di Indonesia, mulai dari toko online, reseller, hingga usaha kecil yang membutuhkan bahan baku atau peralatan. Pilihan produknya luas dan harganya kompetitif. Namun bagi pemula, proses impor sering terasa rumit: mencari supplier, memilih jenis pengiriman, mengurus dokumen, sampai menghitung bea masuk dan pajak.

Panduan ini merangkum langkah-langkah dasar yang perlu Anda pahami sebelum melakukan impor pertama dari China, agar prosesnya lebih aman, biayanya bisa diperkirakan sejak awal, dan risiko barang tertahan bisa ditekan.

1. Tentukan Produk dan Cek Aturannya Lebih Dulu

Kesalahan yang paling sering dilakukan pemula adalah membeli dulu, baru memeriksa aturan. Padahal tidak semua barang bisa diimpor dengan bebas. Sebelum membayar supplier, pastikan hal-hal berikut:

  • HS code (kode klasifikasi barang). HS code menentukan tarif bea masuk, pajak, dan apakah barang terkena aturan khusus.
  • Status lartas (larangan dan/atau pembatasan). Barang tertentu memerlukan Persetujuan Impor, Laporan Surveyor, atau izin dari instansi teknis.
  • Kewajiban SNI untuk produk tertentu, misalnya beberapa jenis mainan anak dan peralatan listrik rumah tangga.
  • Izin edar untuk kategori seperti pangan olahan, kosmetik, dan obat, yang umumnya berkaitan dengan BPOM.

Informasi lartas berdasarkan HS code dapat dicek melalui portal INSW (insw.go.id). Pembahasan lebih lengkap ada di artikel Regulasi Import Terbaru 2026.

2. Pahami Status Anda sebagai Importir

Jika Anda mengimpor atas nama usaha sendiri, Anda umumnya memerlukan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan melalui sistem OSS. NIB ini juga berfungsi sebagai Angka Pengenal Importir (API), baik API-U (umum, untuk barang yang diperdagangkan) maupun API-P (produsen, untuk kebutuhan produksi sendiri).

Banyak pemula memulai dengan menggunakan jasa forwarder yang menangani pengiriman sekaligus pengurusan dokumen dan bea cukai. Apa pun pilihannya, tanyakan dengan jelas sejak awal: barang akan diimpor atas nama siapa, dokumen apa yang akan Anda terima, dan biaya apa saja yang sudah termasuk.

3. Cari dan Verifikasi Supplier

Supplier di China bisa ditemukan melalui platform B2B, pameran dagang, atau rekomendasi rekan bisnis. Sebelum bertransaksi, lakukan verifikasi sederhana berikut:

  1. Minta data badan usaha dan cocokkan nama perusahaan dengan nama pemilik rekening penerima pembayaran.
  2. Minta sampel sebelum memesan dalam jumlah besar.
  3. Lakukan panggilan video untuk melihat produk atau fasilitas secara langsung.
  4. Mulai dengan pesanan percobaan (trial order) dalam jumlah kecil.
  5. Simpan semua kesepakatan secara tertulis: spesifikasi, jumlah, harga, kemasan, dan jadwal produksi.

Untuk pembayaran, hindari melunasi 100% di depan kepada supplier yang belum Anda kenal. Skema uang muka dengan pelunasan setelah barang siap kirim, disertai foto atau video barang, umumnya lebih aman.

4. Sepakati Incoterms dan Titik Serah Barang

Incoterms adalah istilah standar perdagangan internasional yang menentukan sampai di mana tanggung jawab dan biaya supplier. Beberapa yang sering dipakai:

  • EXW (Ex Works): barang diambil di lokasi supplier; hampir semua biaya dan risiko setelahnya menjadi tanggungan pembeli.
  • FOB (Free on Board): supplier menanggung biaya sampai barang dimuat ke kapal di pelabuhan asal.
  • CIF (Cost, Insurance and Freight): supplier membayar ongkos kirim dan asuransi sampai pelabuhan tujuan, tetapi risiko sudah berpindah ke pembeli sejak barang dimuat di pelabuhan asal.
  • DDP (Delivered Duty Paid): supplier menanggung biaya sampai barang tiba dan bea masuk dibayar. Tetap pastikan siapa yang tercatat sebagai importir.

Jika Anda memakai forwarder yang memiliki gudang konsolidasi di negara asal, cara yang praktis adalah meminta supplier mengirim barang ke gudang tersebut. Dari sana, barang dari beberapa supplier bisa digabung dan dikirim bersama.

5. Hitung Perkiraan Total Biaya (Landed Cost)

Harga di invoice supplier hanyalah sebagian dari biaya. Total biaya impor juga mencakup ongkos kirim internasional, asuransi, bea masuk, PPN impor, PPh Pasal 22 impor, pengurusan dokumen, biaya lokal di pelabuhan atau bandara, serta pengantaran ke alamat Anda. Hitung semua komponen ini sebelum menentukan harga jual. Panduan langkah demi langkahnya ada di artikel Cara Menghitung Biaya Import dengan Akurat.

6. Pilih Metode Pengiriman

Secara umum ada dua pilihan utama:

  • Air freight (udara): lebih cepat dan cocok untuk barang ringan, bernilai tinggi, atau mendesak, tetapi biaya per kilogramnya lebih mahal.
  • Sea freight (laut): waktu tempuh lebih lama, tetapi jauh lebih hemat untuk barang berat atau bervolume besar. Jika barang belum cukup untuk satu kontainer, pengiriman LCL (Less than Container Load) memungkinkan Anda berbagi kontainer dengan pengirim lain.

7. Siapkan Dokumen Impor

Dokumen yang umumnya diperlukan antara lain:

  • Commercial invoice.
  • Packing list yang memuat jumlah koli, berat, dan dimensi.
  • Bill of Lading (B/L) untuk pengiriman laut atau Airway Bill (AWB) untuk pengiriman udara.
  • Certificate of Origin (COO). Untuk barang asal China, COO Form E dapat dipakai untuk mengajukan tarif preferensi dalam skema ACFTA, sepanjang barang dan dokumennya memenuhi ketentuan.
  • Izin atau dokumen pendukung bila barang termasuk lartas, misalnya Persetujuan Impor atau Laporan Surveyor.

Pastikan data di invoice dan packing list sesuai dengan barang yang sebenarnya. Perbedaan jumlah, deskripsi, atau nilai sering menjadi penyebab pemeriksaan tambahan.

8. Proses Bea Cukai dan Pengantaran

Setibanya di Indonesia, barang melalui proses customs clearance. Berdasarkan analisis risiko, pemberitahuan impor ditetapkan ke jalur hijau (tanpa pemeriksaan fisik), jalur kuning (pemeriksaan dokumen), atau jalur merah (pemeriksaan dokumen dan fisik). Setelah bea masuk dan pajak dibayar dan barang mendapat persetujuan keluar, barang dapat diantar ke gudang atau alamat Anda.

Saat barang diterima, periksa kondisi kemasan dan jumlah koli. Jika ada kerusakan, dokumentasikan dengan foto atau video, lalu segera laporkan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

  • Membayar supplier sebelum memastikan barang boleh diimpor.
  • Hanya membandingkan harga barang tanpa menghitung total biaya sampai di gudang.
  • Mencantumkan nilai barang lebih rendah dari sebenarnya di invoice, yang berisiko koreksi nilai dan sanksi.
  • Kemasan tidak memadai untuk barang yang mudah pecah.
  • Tidak menyimpan kesepakatan dengan supplier secara tertulis.

Mulai Impor Pertama Anda dengan Pendampingan

PT Galaxy Trans International melayani import borongan maupun satuan dari China serta Korea, Jepang, USA, Eropa, Singapura, dan Malaysia, dengan minimal pengiriman 0,1 CBM sehingga cocok untuk pesanan percobaan. Layanannya mencakup konsolidasi barang di gudang asal, pengiriman laut dan udara, serta pengurusan dokumen dan bea cukai. Detailnya dapat dilihat di halaman Layanan Kami.

Punya rencana impor dan ingin berdiskusi lebih dulu? Hubungi kami melalui WhatsApp 0878-8668-8000 atau lewat halaman Kontak. Kantor kami buka Senin–Jumat pukul 08.00–17.00 dan Sabtu pukul 08.00–13.00.

Pertanyaan Seputar Topik Ini

Apakah pemula bisa impor dari China tanpa memiliki API?

Untuk mengimpor atas nama usaha sendiri, Anda umumnya memerlukan NIB yang berlaku sebagai API. Jika memakai jasa forwarder, tanyakan atas nama siapa barang diimpor dan dokumen apa yang akan Anda terima, karena hal ini memengaruhi tanggung jawab dan perpajakannya.

Berapa minimal barang untuk impor dari China?

Tergantung penyedia jasa dan metode pengirimannya. Di PT Galaxy Trans International, pengiriman bisa dimulai dari 0,1 CBM, sehingga cocok untuk pesanan percobaan dalam jumlah kecil.

Bagaimana cara mengetahui barang saya termasuk lartas atau tidak?

Tentukan HS code barang terlebih dahulu, lalu cek ketentuannya di portal INSW (insw.go.id). Jika ragu dengan klasifikasinya, konsultasikan dengan pihak yang memahami HS code sebelum membeli barang.

Butuh bantuan untuk import Anda?

Tim PT Galaxy Trans International siap membantu import borongan maupun satuan mulai 0,1 CBM, termasuk pengurusan dokumen dan bea cukai.

Artikel Lainnya